4 November 2016 Hari Bersejarah

Posted: November 4, 2016 in Agama

Assalamu’alaikum Muslimin wal Muslimat di seluruh Indonesia,

Pasti semua pada tau hari ini hari apa. Yeppp bener banget hari Jum’at. Dimana Surah Al-Kahfi dikumandangkan dari seluruh penjuru dunia demi mendapatkan keberkahan-Nya di hari suci ini. Tak hanya itu, pada hari ini 4 November 2016 mungkin pada generasi anak dan cucu kita nanti akan keluar pada pelajaran sejarah tentang hari ini. Hari dimana umat muslim di Indonesia turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi kepada pemimpin. Rusuh? berdasarkan pengamatan di layar kaca, Alhamdulillah tidak ada kekerasan atau pertumpahan darah sama sekali. Murni bersih, mereka menyampaikan aspirasi dengan damai. Tampak beberapa di sosial media diberitakan saat shalat jum’at pun mereka menunaikannya dengan khusyuk. Subhanallah banget. Bahkan ada seseorang yang memposting di instagram aksi tersebut tak hanya yang mengenakan sorban dan berhijab. Polisipun ikut bertasbih dan mengumandangkan asmaul husna saat demo berlangsung. Dunia pasti menyorot dan saya yakin mereka bakal percaya bahwa umat muslim di Indonesia ini tidak main-main.

Semoga Allah senantiasa melindungi kita semua, aamiin yaa Allah.

Untuk masalahnya apa dan seperti apa rinciannya, sepertinya tak usah saya jelaskan karena banyak media yang menyuarakan. Itu lebih dari cukup.

Binun mau ngapain, mamas pas mudik dan sepertinya sibuk. Jadi saatnya untuk merusuh di lapak lama. Awalnya bingung mau cerita apa, tapi gara-gara buka folder foto di hdd akhirnya kepikiran untuk menuliskan review makanan. Biar ngehits gituuuu. Selama tinggal disini kan belum pernah tuh cerita-cerita tentang makanan sini.

Emmm…. sepertinya bukan makanan yang sedang tenar macam rendang ataupun nasi padang seperti lagunya orang rusia yang lagi kondang itu sih. Tapi makanan yang mau kureview ini namanya “PICAL”. Yeah, di Jawa mungkin dikenal dengan sebutan pecel. Sebelas limabelas sih kalo dibandingin, maksudnya serupa tapi tak sama gitu.

Kalo disuruh bandingin rasanya, kayaknya susah karena mereka punya karakteristik sendiri. Oke langsung aja ke tekape.

Ini gak bikin sendiri sih, tapi beli di warung yang namanya “Pical Sikai”. Mungkin sudah kondang dikalangan telinga wisatawan kota Bukittinggi pical ini karena sejak tahun xxxx lupa juga, ehehehe.

Komposisinya terdiri dari: daun singkong, kubis, rebung (batang bambu muda) dan jantung pisang yang direbus dan dibuang airnya. Lalu ada mie lebar yang biasanya dipake mie jawa, ada “katupek” atau bahasa Indonesianya ketupat (kadang diganti lontong) dan ditaburi keripik singkong plus kerupuk warna pink biasanya di rujak ndak tau namanya kerupuk apa.

Nantinya, kombinasi bahan tadi disiram dengan kuah kacang yang terdiri dari kacang tanah yang dihaluskan, ditambah cabe dan beberapa bumbu seperti garam dan lain sebagainya (padahal ndak tau isinya apa aja), yang jelas kuah kacang. Bisa dibayangin rasanya? kalau menurutku kuahnya sama kayak kuah gado-gado.

Kalau disuruh kasih nilai, mungkin 7 dan 10 poin. Maklum lidah jawa yang terbiasa manis, ketemu masakan gurih itu rasanya kayak kurang. Ini sifatnya subjektif lo ya…. Beda lidah mungkin beda kasih nilainya.

Buat kalian yang main ke Bukittinggi atau lebih tepatnya di Panorama Lobang Jepang, jangan lupa mampir kesini. Dijamin bakal ngerasain pengalaman lain daripada yang lain untuk urusan kuliner.

Aku sendiri bukan tipe orang yang bisa deskripsikan rasa sih, jadi gak begitu lihai kasih review. Iya, pinternya deskripsikan perasaan. Skip –

Nih penampakannya kalo penasaran:

Jpeg

 

Oktober Ceria

Posted: October 17, 2016 in Kakikomi

Assalamu’alaikum syantiiiik :*
Apakabur? Tahes komes kan?

Tadi entah kenapa jadi keingat aja tiap tanggal 17 Oktober selalu nulis blog dan hari ini emang harus nulis juga. Akhirnya dengan keadaan setengah gontai setengahnya lagi mengandung embuh nyalakan laptop dan tetring hape untuk berselancar disini, eakkkkk

Adakah yang penting di bulan Oktober? Adaaaa.
Apa itu?

Ummm, kasih tau gak yaaa (pasang emot mikir)

Halah-halah. Bulan oktober adalah bulan kelahiran tiga orang yang sangat aku cintai yaitu Ibuk, Bapak dan Adekku. Lengkap. Dan kebetulan sekarang adalah hari kelahiran bapak, tanggal 15 kemarin hari kelahiran adek dan tanggal 20 nanti hari kelahiran ibuk. Terkirim salam rindu dari sini kepada mereka. Karena do’a tak mengenal jarak, maka dari sini aku berdoa untuk mereka. Semoga keberkahan senantiasa mengiringi setiap aktifitas mereka. Kesehatan, kebahagiaan dan nikmat yang berkecukupan berada di tengah-tengah mereka, Aamiin.

Maaf, hanya doa yang bisa kuberikan. Untuk saat ini kita memang terpaut jarak dan tak bisa bertatap muka. Tapi yakinlah bukankah kebahagiaan itu memang membutuhkan pengorbanan? dan aku yakin bahwa pengorbanan kali ini berupa jarak yang memisahkan kita🙂

Tak apa berjauhan asalkan kita tetap saling mendoakan. Tak apa tak bertatap muka toh masih ada WA ahahahaha

Selamat malam syantik dimanapun kalian berada…

Woyoooo… udah mau akhir tahun nih, kalian udah ngrencanain liburan akhir tahun belom? kemana nih? kalau belum, ada referensi menarik nih dari catatan si pelupa stadium tiga koma lima.

Buat kalian yang mulai bosan dengan atmosfer Jawa dan pengen keluar dari zona nyaman, ada kota kecil yang yahud buat dikunjungi. Dimana itu? taraaaa….di Bukittinggi (pake suara doraemon)

Kenapa Bukittinggi? harus banget ya butuh alesan? okelah kujelasin. Jadi gini, Bukit tuh udah punya julukan sebagai kota wisata. Ada banyak destinasi yang bisa dikunjungi bahkan dengan berjalan kaki. Yaiyalah, kotanya aja cuma terdiri dari tiga kecamatan doang, gimana gak kecil coba.

Tapi layaknya cabe rawit, dia kecil tapi menggigit – apasih – Kota ini menyimpan banyak sekali kekayaan. Eitsss tunggu dulu. Gimana caranya biar bisa ke Bukit?

Ini yang sesuai dengan judul. Jadi kalau kalian dari BIM (Bandara Internasional Minangkabau) cukup dengan nitih travel. Kalo aku sih biasanya naik AWR. Salah satu travel agen yang menurutku pas dikantong, pas dihati. Kenapa gitu? pelayanannya enak, jelas dan yang pasti diantar sampai ke tempat tujuan.

Kalau dari BIM, bisa menghubungi nomor telepon (0751) 4851666 atau nomor hp 081-275-060030 nanti pas turun dari pesawat langsung aja ke kumpulan taksi-taksi dan bilang sama mereka kalau naik travel AWR. Nah, dari sana akan digiring sama salah satu sopir taksinya menuju pool yang deket sama bandara. Tenang aja, kita gak bayar taksinya kok karena satu paket dengan biaya travel nantinya. Setelah sampai di pool, petugas travel akan membayar ongkos taksi, menurunkan barang-barang kita dan mempersilahkan kita menunggu (jika mobil travelnya belum datang, sembari menunggu penumpang lainnya). Nanti kita membayar ongkos travelnya sebesar 65rb dan dibayar sebelum naik mobil travelnya.

Perjalanan dari BIM ke Bukittinggi kurleb 3 jam jika tidak ada macet. Biasanya macet terjadi saat akhir pekan dan titik-titiknya kemungkinan daerah pendakian menuju Padang Panjang dan Koto Baru. Selebihnya lancar jaya kok. Nanti sesampai di Bukit juga sama sopirnya bakal diantar sampai tempat tujuan. Alhamdulillah meskipun menumpang satu atau dua biji akan tetap diantar tepat pada waktu keberangkatan. Jadi profesional bisa dikatakan.

Sudah beberapa kali saya pulang dan balik lagi kesini selalu dengan travel ini (ada 1x gak naik ini karena alasan tertentu, kelak bakal ta ceritain kisah memilukan). Alhamdulillah aman dan nyaman.

Sekian curhatan efek pengen pulang. Semoga bermanfaat. Sampai jumpa di tulisan lainnya.
Salam rindu untuk seseorang di seberang pulau. Semoga segera ketemu untuk melepas rindu – tsaaaahhhh