Assalamu’alaikum syantiiik. Sehat kan? Gimana akhir pekannya? Suram? Sama berarti. Saya juga (efek gelap-gelapan lampu gak finyalain gorden gak dibuka, hahaha). Eniwe, selamat tahun baru buat yang hari ini merayakan tahun barunya. Semoga saya kecipratan angpaonya 😅

Wiken gini enaknya ngapain ya? Kalian punya rencana kan? Agenda liburan atau apalah-apalah. Kalau aku sendiri sebenernya banyak agenda hari ini. Lebih fokusnya ke pasar sih gara-garanya banyak yang mau kubeli mulai dari beras, bantal-guling, sprei, sayuran, kebetulan pewangi pakaian habis juga. Tapi kayaknya rencana tinggal wacana karena langitnya sedang gundah gulana. Daripada di jalan kehujanan deres sambil bawa belanjaan banyak mending kuurungkan niat hari ini. Beralih ke kegiatan yang bisa menghibur hati dan pikiran, ahaiiiii

Hari ini, setelah tadi ritual pagi dilanjut videocall sama mamase dan sarapan syantik, rencananya mau menyelesaikan yang harus diselesaikan. Halah, bahasanya lebay. Maksudnya tuh, menyelesaikan baca buku yang belum habis terbaca, gituuuu. Jadi ceritanya minggu lalu sama Shifa main ke gramed dan dapat bukunya surayah (lagi). Lalu lanjut ke jco,  dia baca wetpet sedangkan aku langsung buka bukunya. Tapi baca belom habis, baru setengah udah jadi edan, mau dilanjut kuatir edan beneran kuputuskan buat menghentikan sementara. Baru hari ini ada kesempatan buat menyelesaikan (baca: siap-siap edan lagi).

Itu penampakan bukunya. Maap kalau gelap, karena asal foto 😅 . Sebenernya buku ini udah lqma sih, dulu jaman awal kuliah aku udah baca buku ini pinjam punya Dina tapi covernya warna kuning. Katanya buku yang ini tuh edisi revisi dengan cover yang direvisi juga, ternyata gak cuma skripsi yang direvisi yak. Hahaha

Buku ini unik. Uniknya dimana? Oke kujabarin ya, yang pertama: biasanya yang namanya buku, kqta pengantarnya ada 1. Setebal apaapun buku ya cuma satu kaya pengantar. Tapi di buku ini, ada tiga kata pengantar dan gak main-main siapa yang mengantarkan kata-kata. Ada Prof. Dr. Bambang Sugiharto (Guru besar filsafat di Unpar dan ITB), Ada Dr. Yasraf Amir Piliang dan ada surayah Pidi Baiq sendiri selaku penulis. Keunikan kedua: buku ini gak cuma ful isi, tapi juga ada gambarnya. Bukan cergam sih, tapi bisa bayangin suasana dalam cerita aja dan keunikan ketiga bisa diketahui kalau kalian sendiri udah membacanya, saya gamau bilang biar penasaran.

Oke, daripada penasaran mending kalian baca langsung bukunya, buat yang pengen pinjam ke aku juga bisa ambil aja dikos tapi antri ya setelah selesai aku bacanya 😝

Advertisements

Kantor Baru (semoga) Semangat Baru

Posted: January 26, 2017 in Kakikomi

Assalamu’alaikum syantiiik 😚 sehat kan? semoga selalu dalam lindungan Allah swt, aamiin. Oh iya, buat yang merayakan tahun baru masehi saya ucapkan hepi nyu yer. Kalau saya sih tiap pergantian tahun udah ngorok duluan, zzZzzzZZzzzz…… 

Sebagaimana pada umumnya, biasanya taun baru identik dengan doa baru, harapan baru, baju baru (korban diskon akhir tahun), gebetan baru, semoga jangan kalau yang ini. Kan setia, uwuwuwuwuwuuuu. Kalau aku mungkin lebih banyak ke pengalaman baru.

Berawal dari kantor baru karena dimutasikan, lalu otomatis pindah kosan dan akhirnya lingkungannya pun jadi baru. Tetangga baru, teman kantor baru, perkakas baru (kasur sama lemari baru beli) dan yang pasti cuaca baru. Gimana gak baru yang awalnya kerja didaerah dingin dengan suhu hanya 17℃ kayak ruangan ber-AC sekarang mencapai 30℃ karena disebelah pantai. Alhasil minggu pertama di kota ini muka langsung merah, wajah dadi produsen minyak mentah dan baju rajin ganti. Tapi entah krnapa urusan mandi tetep belum nemu hidayah, buktinya sore ini juga gak mandi. Ahahahaha

Aniwey, selain cuaca yang baru kali ini aku pengen cerita tentang kondisi kantorku yang baru. Tolong di simak baik-baik ya. Tapi gak usah pake BMN (buat yang ngerti aja sih :p) jadi kantorku yang baru ini lokasinya di jalan bypass gitu. Jalannya tergolong baru, lokasinya masih sepi karena pembangunan di kota ini tergolong lamban. Kalau dibilang tetangga bisa dikatakan kantorku gak punya tetangga. Jadi bisa dipastikan susah buat cari makanan. Mayoritas warga kantor membawa bekal dari rumahnya. Sedangkan aku? Ya beginilah. Kadang bawa bekal, kadang nitip yang beli makan diluar, kadang ikut makan diluar, kadang males makan, kadang dapat gratisan gara-gara ada acara pelantikan atau pelatihan, kadang juga dikasih sama warga kantor. 

Kesan pertama kerja dikantor baru rasanya hampa. Mungkin karena efek belum adaptasi kali ya. Lama kelamaan dijalanin ya begitulah, selalu ada perbandingan karena ini adalah kantor kedua. Kalau mau ngeluh pasti ada aja yang dikeluhkan. Bisa jadi telinga seseorang yang tiap hari kucurhati panas saking seringnya mendengarkan keluhanku. Dalam hati bertekad: kuat… Kuat… Kuat… Sambil berdoa: semoga segera dipindahkan ke jawa. Buat kalian para pembaca mohon bantuan baca aamiin dengan ikhlas atas doaku tadi yaaa. Gak perlu bantu like atau share, cukup di aminin aja kok udah seneng dedek ini. Mamacih 🙂

4 November 2016 Hari Bersejarah

Posted: November 4, 2016 in Agama

Assalamu’alaikum Muslimin wal Muslimat di seluruh Indonesia,

Pasti semua pada tau hari ini hari apa. Yeppp bener banget hari Jum’at. Dimana Surah Al-Kahfi dikumandangkan dari seluruh penjuru dunia demi mendapatkan keberkahan-Nya di hari suci ini. Tak hanya itu, pada hari ini 4 November 2016 mungkin pada generasi anak dan cucu kita nanti akan keluar pada pelajaran sejarah tentang hari ini. Hari dimana umat muslim di Indonesia turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi kepada pemimpin. Rusuh? berdasarkan pengamatan di layar kaca, Alhamdulillah tidak ada kekerasan atau pertumpahan darah sama sekali. Murni bersih, mereka menyampaikan aspirasi dengan damai. Tampak beberapa di sosial media diberitakan saat shalat jum’at pun mereka menunaikannya dengan khusyuk. Subhanallah banget. Bahkan ada seseorang yang memposting di instagram aksi tersebut tak hanya yang mengenakan sorban dan berhijab. Polisipun ikut bertasbih dan mengumandangkan asmaul husna saat demo berlangsung. Dunia pasti menyorot dan saya yakin mereka bakal percaya bahwa umat muslim di Indonesia ini tidak main-main.

Semoga Allah senantiasa melindungi kita semua, aamiin yaa Allah.

Untuk masalahnya apa dan seperti apa rinciannya, sepertinya tak usah saya jelaskan karena banyak media yang menyuarakan. Itu lebih dari cukup.

Binun mau ngapain, mamas pas mudik dan sepertinya sibuk. Jadi saatnya untuk merusuh di lapak lama. Awalnya bingung mau cerita apa, tapi gara-gara buka folder foto di hdd akhirnya kepikiran untuk menuliskan review makanan. Biar ngehits gituuuu. Selama tinggal disini kan belum pernah tuh cerita-cerita tentang makanan sini.

Emmm…. sepertinya bukan makanan yang sedang tenar macam rendang ataupun nasi padang seperti lagunya orang rusia yang lagi kondang itu sih. Tapi makanan yang mau kureview ini namanya “PICAL”. Yeah, di Jawa mungkin dikenal dengan sebutan pecel. Sebelas limabelas sih kalo dibandingin, maksudnya serupa tapi tak sama gitu.

Kalo disuruh bandingin rasanya, kayaknya susah karena mereka punya karakteristik sendiri. Oke langsung aja ke tekape.

Ini gak bikin sendiri sih, tapi beli di warung yang namanya “Pical Sikai”. Mungkin sudah kondang dikalangan telinga wisatawan kota Bukittinggi pical ini karena sejak tahun xxxx lupa juga, ehehehe.

Komposisinya terdiri dari: daun singkong, kubis, rebung (batang bambu muda) dan jantung pisang yang direbus dan dibuang airnya. Lalu ada mie lebar yang biasanya dipake mie jawa, ada “katupek” atau bahasa Indonesianya ketupat (kadang diganti lontong) dan ditaburi keripik singkong plus kerupuk warna pink biasanya di rujak ndak tau namanya kerupuk apa.

Nantinya, kombinasi bahan tadi disiram dengan kuah kacang yang terdiri dari kacang tanah yang dihaluskan, ditambah cabe dan beberapa bumbu seperti garam dan lain sebagainya (padahal ndak tau isinya apa aja), yang jelas kuah kacang. Bisa dibayangin rasanya? kalau menurutku kuahnya sama kayak kuah gado-gado.

Kalau disuruh kasih nilai, mungkin 7 dan 10 poin. Maklum lidah jawa yang terbiasa manis, ketemu masakan gurih itu rasanya kayak kurang. Ini sifatnya subjektif lo ya…. Beda lidah mungkin beda kasih nilainya.

Buat kalian yang main ke Bukittinggi atau lebih tepatnya di Panorama Lobang Jepang, jangan lupa mampir kesini. Dijamin bakal ngerasain pengalaman lain daripada yang lain untuk urusan kuliner.

Aku sendiri bukan tipe orang yang bisa deskripsikan rasa sih, jadi gak begitu lihai kasih review. Iya, pinternya deskripsikan perasaan. Skip –

Nih penampakannya kalo penasaran:

Jpeg