Kabar Mengejutkan!

Published May 20, 2016 by paninalone

Assalamu’alaikum Syantik :*

Selamat sore dan selamat berakhir pekan. Semoga kita semua senantiasa dalam lindunganNya, tanpa kekurangan suatu apapun.

Oke, berikan saya sedikit waktu untuk terkejut terlebih dahulu. Gak lama-lama. Paling cuma sejam dua jam.
Setelah itu, silahkan tarik nafas dalam-dalam dan keluarkan perlahan-lahan. Sudah itu aja. Saya gak ingin kalian semua ikutan terkejut seperti saya. Kenapa? karena kalian gak akan kuat. Cukup saya saja yang merasakannya :p

Sudah beberapa hari yang lalu ini jari terluka, yah karena masalah sepele yang memalukan sekali untuk dipublikasikan alasannya. Hanya luka kecil. Tapi karena letaknya agak strategis, rentan dan mudah dipakan akibatnya sampe sekarang gak sembuh-sembuh juga dan yang paling mengejutkan adalah saat ini malah terinfeksi.

Seharian bekerja dengan menggunakan tangan kiri untuk meminimalisir benturan, goresan dan luka yang lebih besar lagi tapi gak bisa. Ujung-ujungnya juga semakin bengkak dan sakit. Ada niat untuk menutupnya dengan plester, tapi karena letaknya gak plesterable makanya gak diplester hehe

Oke, barusan curhatan alay. Kali ini mau ganti curhat serius.

Sudah lama gak ikutan komp. menulis kayak dulu-dulu lagi (padahal amnesia, emang dulu pernah ikutan *emot mikir*). Kayaknya bakalan seru kalau mulai sekarang menyibukkan diri lagi dengan menjahit. Eh maksudnya dengan nulis lagi. Eh bukan nulis juga sih, tapi ngetik. hahaha.

Kira-kira mau nulis apa ya? gak usah mikir, gak usah direncanakan. Ngalir aja sebagaimana biasanya minum yakult langsung lima biji tanpa mikir efeknya😦

Kadang pernah berpikiran mau ngelanjutin beberapa tulisan yang sempat terbengkalai. Tapi asli malu banget pas baca ceritanya. Ada yang blak-blakan, gaya penulisan liar sampe alay gak ketulungan. Maklum, kemarin kan masih jubelas yang artinya sekarang delapanbelas tahun (oke, kalau yang baca ini ada kenal langsung dilempar meja saya, asli!)

Finally, udah ada ide buat nulis sebuah kisah. Bukan roman, bukan misteri dan bukan kisah menarik. Beneran kali ini tulisannya biasa aja dan sepertinya memalukan buat dikonsumsi publik. Oleh karena itu diputuskan tulisan kali ini akan di keep untuk waktu yang tidak ditentukan. Mohon maaf apabila ada yang penasaran, bisa berkunjung ke jam gadang. Nanti bilang aja ke petugasnya buat naik di menaranya (gak nyambung!).

 

Marhaban Yaa Ramadhan

Published May 19, 2016 by paninalone

Selamat malam dan selamat bekerja (padahal ini ngetiknya juga dikantor, jangan dibayangkan malam2-malam dikantor. Yakinlah bakal ada partner kasat mata disebelah; itupun jangan sampeeeee)

Oke, barusan salam pembuka yang lebih panjang dan bertele-tele, lebih baik seperti biasa aja, Assalamu’alaikum cantik :*

Setelah sekian abad melupakan kalau saya punya blog ini, setengah amnesia, setengah males buat menorehkan uneg-uneg ditambah bumbu-bumbu ala kadarnya akhirnya baru sekarang tersentuh
*brb ambil kemoceng buat bersihin dari sarang laba-laba (bukan sarang penyamun)*

Alhamdulillah sekarang menginjak bulan kelima di tahun 2016, yang artinya bulan lalu usia saya bertambah satu tahun (baca: jatah hidup saya di dunia ini berkurang satu tahun) dan beberapa hari lagi, yah sekitar 18 hari lagi kalau ndak salah sudah menginjak bulan suci ramadhan.

Saya, kami dan seluruh perangkat pendukung dalam penulisan karya abal-abal ini mengucapkan Marhaban yaa Ramadhan, mohon maaf lahir dan bathin dan semoga nanti kita bisa memaksimalkan bulan Ramadhan dengan amalan-amalan yang menjadikannya tabungan pahala kelak di akhirat nanti🙂

Ada yang berbeda dari ramadhan tahun ini, yah sekalipun gak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya tinggal di kos yang gak begitu jauh dengan rumah, tapi kali ini diperlukan waktu bertahun-tahun untuk bisa ngesot pulang kerumah😦 Sedih? pasti. Ngenes? iya. Tapi yaudahlah ya…. namanya juga kerja. Demi sebutir nasi dan seporsi bakso :p

Apapun yang terjadi tiket pulang kampung sudah ada di tangan dan gak boleh diganggu gugat (jujur, sebenarnya orang kantor belum ada yang tau saya balik kampung halaman tanggal berapa ~ belajar nakal) dan mohon maaf, harap maklum hakhakhak.

Gak ada alasan buat males kan? jangan lupa hafalannya ditambah. Itu bakalan jadi bekal loh buat nantinya di akhirat. Tetep rajin sunnah-sunnahnya. Kurangi jatah tidur meskipun tidurnya di bulan puasa itu ibadah. Setidaknya masih banyak ibadah-ibadah yang lain dengan pahala yang menggiurkan *emoticon ngiler*.

Udah ah, bingung mau nulis apalagi. Palingan juga gak penting. Jangan dibaca!

Isi Kepalaku

Published May 3, 2016 by paninalone

Error. Gak jelas. Opo iki. mengandung embuh. Oke nanti kita buat perhitungan. Hitung sampai lima. Hitung acak. Jangan ada penambahan. Carane. Sulit tidak mudah. Teriak. Kembali. Jangan. Dan. Menulis. Kemarin. Bagaimana. Piye. Seratus. Sakit.  Bantal. Sedang. Persen. Tidur. Alay. Keterlaluan. Menari. Tolong. Ya. Dia. Sungguh. Kemudian. Ragu. Sama. ????????

Pesona Malalak

Published January 30, 2016 by paninalone

Alhamdulillah, akhirnya bulan ini bisa keluar kantor lagiiii….. Rasanya seperti burung yang lepas dari sangkar, sangat menyenangkan (*loncat-loncat kegirangan). Tujuan dari perjalanan kita (baca: aku dan rombongan) kali ini adalah menuju Pariaman. Oke, ini memang bukan kali pertama kunjunganku kesana, tak ada cerita pantai, tetapi kali ini aku ingin menceritakan suatu daerah yang kita lewati menuju Pariaman itu sendiri yaitu MALALAK.

Malalak merupakan sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Agam. Bisa dibilang tempatnya pelosok karena memang jauh dari keramaian. Jika kita membaca kata “pelosok” maka yang akan terbayang di benak kita yaitu sebuah tempat dengan akses yang sulit, jalan terjal, naik turun dan berkelok. Belum lagi jika hujan, maka banjir akan menjadi kendala perjalanan. Tapi semua itu jauh diluar bayangan kita. Di sana, di Malalak, aksesnya sangat bagus. Jalannya mulus dan lebar, yah sekalipun memang benar berkelok dan naik turun. Tapi itu tak menjadi soal karena tak banyak orang yang melintasi jalan ini. Jadi bebas dari kata macet. Jalan ini juga merupakan jalur alternatif dari Kota Padang menuju Kota Bukittinggi. Biasanya para sopir travel melewati jalan ini jika mengantarkan penumpang dari BIM (Bandara Internasional Minangkabau) ke Bukittinggi jika tidak ada yang turun di Kota Padangpanjang.

Sepulang dari acara kantor, kami serombongan menyempatkan diri untuk beristirahat sejenak di Kadai yang ada di pinggir jalan. Dengan suguhan lukisan hidup yang maha keren, kami menikmati istirahat sementara ini. ada hamparan sawah di bawah, pegunungan yang menjulang dengan bumbu air terjun, benar-benar hanya bisa mengucap SUBHANALLAH kala itu. Berikut beberapa gambar yang berhasil saya abadikan. (Kalau hasilnya kurang bagus ya maap, gak ada bakat fotografi sih. Kalo masih penasaran sepertinya tak ada pilihan lain selain berkunjung sendiri kesana🙂 toh dijamin gak bakal rugi karena hasil potret terbaik adalah melalui mata kita langsung hehe).

IMG_9041

Panorama Malalak. Gugusan pegunungan, hutan rimba dengan sentuhan air terjun 😍 lukisan hidup

A photo posted by Ulin Zulfa (@ulinzulfa) on

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.