Profesi di Bidang IT

Posted: October 9, 2010 in Informatika
Tags: ,

Secara umum pekerjaan di IT ada 4 jenis:

  1. Software area, mereka yang bekerja dan bergelut tapi tiap hari di bidang software, baik yang merancang software, database, maupun sistem aplikasi. Contoh: (1.) Analyst system, menganalisa sistem yang akan diimplementasikan ataupun yang sudah ada. Termasuk membuat rancangan penemuan sistem, desain sistem, sampai dengan studi kelayakan sistem. (2.) Programmer, orang yang membuat program dari rancangan sistem oleh analyst system. (3.) Web desainer (4.) Web programmer.
  2. Hardware area, mereka yang bergelut tiap hari dengan hardware. Contoh: (1.) Tehnical engineer, teknisi untuk memperbaiki atau memelihara perangkat keras. (2.) Network engineer, orang yang bekerja di bidang teknik jaringan baik maintenance maupun troubleshooting.
  3. Operasional sistem informasi, Contoh: (1.) Entity data processing operator, biasanya sebagai operator program aplikasi di sebuah perusahaan. (2.) Sistem admin, orang yang bertanggung jawab mengatur administrasi terhadap sistem. Contohnya mengatur hak akses. (3.) Manajemen informasi sistem (owner), orang yang punya wewenang paling tinggi terhadap sebuah sistem informasi yang diterapkan pada organisasi atau perusahaan.
  4. Database admin, orang yang bertanggung jawab terhadap semua proses data dalam sebuah perusahaan.

Pekerjaan IT yang memerlukan sertifikat diantaranya:

  1. IT Audit
  2. IT Forensik
  3. IT Project
  4. IT Security

Ada 2 kriteria menurut Yulius Hermawan mengenai profesi IT yaitu:

  1. Kompetensi, Sifat yang menuntut profesional untuk memperdalam, memperbarui pengetahuan dan ketrampilan sesuai tuntutan profesi.
  2. Tanggung jawab pribadi, Kesadaran untuk membebankan pekerjaannya sebagai tanggung jawab pribadi.

Region Interest Group on Profesional Standarization (SRIGPS) dibentuk oleh South East Region Computer Confideration (SEARCC). Beberapa hal yang menjadi pertimbangan profesi menurut SRIGPS:

  1. Cross country, adalah job yang diidentifikasi harus relevan dengan kondisi wilayah disetiap negara, serta memiliki kesamaan dan permohonan pada setiap kondisi pekerjaan.
  2. Function oriented bukan title oriented, adalah job yang berorientasi pada fungsi, yang berarti bahwa gelar dan titel bisa saja berbeda tapi fungsi pekerjaan yang diberikan sama. Gelar dan titel bisa saja berbeda pada negara yang berbeda maupun negara yang sama.
  3. Certificable, klasifikasi pekerjaan harus bersifat testacable artinya bahwa fungsi yang diberikan dapat diuji.
  4. Applicable, fungsi yang didefinisikan dapat diterapkan pada mayoritas profesional TI pada wilayah masing-masing.

Kesimpulan:

Dari skema SRIGPS dapat disimpulkan bahwa pekerjaan dibagi dalam 3 tingkatan:

  1. Supervised (terbimbing), dengan pengalaman 0-2 tahun, masih memerlukan bimbingan dan petunjuk.
  2. Moderataly supervised (madya), dngan pengalaman 3-5 tahun, tugas kecil bisa dikerjakan tapi tugas besar masih perlu di bimbing.
  3. Independent/ managing (mandiri), dengan pengalaman lebih dari 5 tahun, bisa melaksanakan atau mengerjakan tugas secara mandiri baik pekerjaan kecil atau besar. Biasanya sudah mengorganisasi sebuah kelompok pekerjaan.
Comments
  1. abimayu says:

    wah.. begitu rupanya..
    info yang sangat bermanfaat.. nice..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s