Pengemis itu (2)

Posted: November 9, 2010 in Sajak
Tags: ,

Sungguh diluar dugaan,
Si pengemis tua renta yang sedang bahagia dengan mutiara indahnya yang berharap tidak dicuri orang,
Harus menerima dengan pasrah keadaan bahwa mutiaranya jatuh di jurang yang sangat dalam… Sehingga mustahil untuk diambil…
Kini ia hanya memandang tepi jurang itu dengan wajah tegar…
Tak ada air mata yang keluar dari pelupuk matanya.
Mungkin ia lupa bagaimana caranya menangis…
Hatinya telah beku,
Berbagai ujian telah ia dapatkan menjadikan ia berhati keras…
Gelap sudah hatinya, pengelihatannya…

Pengemis malang….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s