Meinar (2)

Posted: August 27, 2015 in Kakikomi

“Meinar pintar? Wah…. sepertinya kau terlalu lama menutup mata. Dia tak sepandai yang kau andai-andai. Dia tak pula cerdas, toh sekalipun tiap hari memakan beras. Dia hanya beruntung. Toh gak semua yang ia dapatkan. Jodoh misalnya”, lagi-lagi seseorang membahas kata itu. Ya…. jodoh. Ah…. penerawanganku seketika suram. Air mata mulai menggenang, dasar debu kecil…. bikin kelilipan. Cukup sudah….. aku muak mengetahuinya, kubanting telepon genggamku dan aku tersentak. Ah rupanya hanya mimpi. Kuamati sekeliling, hanya sosok Meinar didepan cermin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s