Archive for the ‘Kakikomi’ Category

Kantor Baru (semoga) Semangat Baru

Posted: January 26, 2017 in Kakikomi

Assalamu’alaikum syantiiik 😚 sehat kan? semoga selalu dalam lindungan Allah swt, aamiin. Oh iya, buat yang merayakan tahun baru masehi saya ucapkan hepi nyu yer. Kalau saya sih tiap pergantian tahun udah ngorok duluan, zzZzzzZZzzzz…… 

Sebagaimana pada umumnya, biasanya taun baru identik dengan doa baru, harapan baru, baju baru (korban diskon akhir tahun), gebetan baru, semoga jangan kalau yang ini. Kan setia, uwuwuwuwuwuuuu. Kalau aku mungkin lebih banyak ke pengalaman baru.

Berawal dari kantor baru karena dimutasikan, lalu otomatis pindah kosan dan akhirnya lingkungannya pun jadi baru. Tetangga baru, teman kantor baru, perkakas baru (kasur sama lemari baru beli) dan yang pasti cuaca baru. Gimana gak baru yang awalnya kerja didaerah dingin dengan suhu hanya 17℃ kayak ruangan ber-AC sekarang mencapai 30℃ karena disebelah pantai. Alhasil minggu pertama di kota ini muka langsung merah, wajah dadi produsen minyak mentah dan baju rajin ganti. Tapi entah krnapa urusan mandi tetep belum nemu hidayah, buktinya sore ini juga gak mandi. Ahahahaha

Aniwey, selain cuaca yang baru kali ini aku pengen cerita tentang kondisi kantorku yang baru. Tolong di simak baik-baik ya. Tapi gak usah pake BMN (buat yang ngerti aja sih :p) jadi kantorku yang baru ini lokasinya di jalan bypass gitu. Jalannya tergolong baru, lokasinya masih sepi karena pembangunan di kota ini tergolong lamban. Kalau dibilang tetangga bisa dikatakan kantorku gak punya tetangga. Jadi bisa dipastikan susah buat cari makanan. Mayoritas warga kantor membawa bekal dari rumahnya. Sedangkan aku? Ya beginilah. Kadang bawa bekal, kadang nitip yang beli makan diluar, kadang ikut makan diluar, kadang males makan, kadang dapat gratisan gara-gara ada acara pelantikan atau pelatihan, kadang juga dikasih sama warga kantor. 

Kesan pertama kerja dikantor baru rasanya hampa. Mungkin karena efek belum adaptasi kali ya. Lama kelamaan dijalanin ya begitulah, selalu ada perbandingan karena ini adalah kantor kedua. Kalau mau ngeluh pasti ada aja yang dikeluhkan. Bisa jadi telinga seseorang yang tiap hari kucurhati panas saking seringnya mendengarkan keluhanku. Dalam hati bertekad: kuat… Kuat… Kuat… Sambil berdoa: semoga segera dipindahkan ke jawa. Buat kalian para pembaca mohon bantuan baca aamiin dengan ikhlas atas doaku tadi yaaa. Gak perlu bantu like atau share, cukup di aminin aja kok udah seneng dedek ini. Mamacih 🙂

Advertisements

Oktober Ceria

Posted: October 17, 2016 in Kakikomi

Assalamu’alaikum syantiiiik :*
Apakabur? Tahes komes kan?

Tadi entah kenapa jadi keingat aja tiap tanggal 17 Oktober selalu nulis blog dan hari ini emang harus nulis juga. Akhirnya dengan keadaan setengah gontai setengahnya lagi mengandung embuh nyalakan laptop dan tetring hape untuk berselancar disini, eakkkkk

Adakah yang penting di bulan Oktober? Adaaaa.
Apa itu?

Ummm, kasih tau gak yaaa (pasang emot mikir)

Halah-halah. Bulan oktober adalah bulan kelahiran tiga orang yang sangat aku cintai yaitu Ibuk, Bapak dan Adekku. Lengkap. Dan kebetulan sekarang adalah hari kelahiran bapak, tanggal 15 kemarin hari kelahiran adek dan tanggal 20 nanti hari kelahiran ibuk. Terkirim salam rindu dari sini kepada mereka. Karena do’a tak mengenal jarak, maka dari sini aku berdoa untuk mereka. Semoga keberkahan senantiasa mengiringi setiap aktifitas mereka. Kesehatan, kebahagiaan dan nikmat yang berkecukupan berada di tengah-tengah mereka, Aamiin.

Maaf, hanya doa yang bisa kuberikan. Untuk saat ini kita memang terpaut jarak dan tak bisa bertatap muka. Tapi yakinlah bukankah kebahagiaan itu memang membutuhkan pengorbanan? dan aku yakin bahwa pengorbanan kali ini berupa jarak yang memisahkan kita 🙂

Tak apa berjauhan asalkan kita tetap saling mendoakan. Tak apa tak bertatap muka toh masih ada WA ahahahaha

Siapa Saya?

Posted: August 30, 2016 in Kakikomi

Bingung nih mau dikasih judul apa. Selalu begitu dari dulu, padahal kan kesan awal tulisan menarik atau enggaknya dilihat dari judul. Apalagi kata pembuka, eyuh banget bikin males ngelanjutin bacanya kan? Oke kalau males gak usah dilanjut bacanya. Aku juga males mau ngelanjutin ngetik (i swear this is not important) :p

Pencarian jati diri, itu yang dari dulu kupusingkan. Dalam setiap CV ataupun DRH yang menyebutkan hobi selalu kutulis menulis dan traveling. Padahal jauh di lubuk hati terdalam (eakkk) gak begitu juga aku mencintai tulisan. Pun jalan-jalan hanya kulakukan jika ada kesempatan, bukan yang secara sengaja ke suatu tempat, direncanakan blablabla. Hingga detik inipun aku sempat bingung (ini ngetik sambil pegang kepala buktinya) bahwasanya aku ini puya potensi apasih? suka apasih? kalau nuruti kepinginan bisa dipastikan pengen ini dan itu ini dan itu tapi looooo yang bener-bener kusuka itu apa belum tau sampai sekarang.

Jika ditelaah emang hidup tanpa jatidiri bisa dibilang hampa, tanpa tujuan, tanpa arah. Pertama, aku dilahirkan untuk apa? Dalam Al-Quran surat Ad-dzariyat ayat 56 Allah berfirman : “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan juga manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku”. Pertanyaan pertama terjawab.

Pertanyaan kedua, aku suka apa? Ini yang bingung. Kadang suka nulis, suka baca, suka jalan-jalan, suka makan, suka tidur, suka nonton, suka usil, suka ngupil, upsss kelepasan. Dalam firman-Nya QS As-Sajdah ayat 7-9: “Kemudian Dia menjadikan keturunan manusia dari saripati air yang hina. Kemudian Dia menyempurnakan dan juga meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan untuk kamu pendengaran, penglihatan dan juga hati; (tetapi) sedikit sekali dari kalian bersyukur“.  Sepertinya pertanyaan keduaku terjawab. Tidak spesifik memang aku ini suka apa tapi yang jelas dengan segala fisikku yang bisa dikatakan sempurna tidak kekurangan suatu apapun aku bisa melakukan apapun yang kusuka asalkan tidak merugikan dan tentunya harus disyukuri apapun yang kita miliki, kita suka dan kita lakukan.

Oke, berarti aku gak boleh bingung. Terserah aku suka apa, aku seperti apa, aku mau apa. This is my life, right? so i must let it flow as i am.

Kabar Mengejutkan!

Posted: May 20, 2016 in Kakikomi

Assalamu’alaikum Syantik :*

Selamat sore dan selamat berakhir pekan. Semoga kita semua senantiasa dalam lindunganNya, tanpa kekurangan suatu apapun.

Oke, berikan saya sedikit waktu untuk terkejut terlebih dahulu. Gak lama-lama. Paling cuma sejam dua jam.
Setelah itu, silahkan tarik nafas dalam-dalam dan keluarkan perlahan-lahan. Sudah itu aja. Saya gak ingin kalian semua ikutan terkejut seperti saya. Kenapa? karena kalian gak akan kuat. Cukup saya saja yang merasakannya :p

Sudah beberapa hari yang lalu ini jari terluka, yah karena masalah sepele yang memalukan sekali untuk dipublikasikan alasannya. Hanya luka kecil. Tapi karena letaknya agak strategis, rentan dan mudah dipakan akibatnya sampe sekarang gak sembuh-sembuh juga dan yang paling mengejutkan adalah saat ini malah terinfeksi.

Seharian bekerja dengan menggunakan tangan kiri untuk meminimalisir benturan, goresan dan luka yang lebih besar lagi tapi gak bisa. Ujung-ujungnya juga semakin bengkak dan sakit. Ada niat untuk menutupnya dengan plester, tapi karena letaknya gak plesterable makanya gak diplester hehe

Oke, barusan curhatan alay. Kali ini mau ganti curhat serius.

Sudah lama gak ikutan komp. menulis kayak dulu-dulu lagi (padahal amnesia, emang dulu pernah ikutan *emot mikir*). Kayaknya bakalan seru kalau mulai sekarang menyibukkan diri lagi dengan menjahit. Eh maksudnya dengan nulis lagi. Eh bukan nulis juga sih, tapi ngetik. hahaha.

Kira-kira mau nulis apa ya? gak usah mikir, gak usah direncanakan. Ngalir aja sebagaimana biasanya minum yakult langsung lima biji tanpa mikir efeknya 😦

Kadang pernah berpikiran mau ngelanjutin beberapa tulisan yang sempat terbengkalai. Tapi asli malu banget pas baca ceritanya. Ada yang blak-blakan, gaya penulisan liar sampe alay gak ketulungan. Maklum, kemarin kan masih jubelas yang artinya sekarang delapanbelas tahun (oke, kalau yang baca ini ada kenal langsung dilempar meja saya, asli!)

Finally, udah ada ide buat nulis sebuah kisah. Bukan roman, bukan misteri dan bukan kisah menarik. Beneran kali ini tulisannya biasa aja dan sepertinya memalukan buat dikonsumsi publik. Oleh karena itu diputuskan tulisan kali ini akan di keep untuk waktu yang tidak ditentukan. Mohon maaf apabila ada yang penasaran, bisa berkunjung ke jam gadang. Nanti bilang aja ke petugasnya buat naik di menaranya (gak nyambung!).