Oktober Ceria

Posted: October 17, 2016 in Kakikomi

Assalamu’alaikum syantiiiik :*
Apakabur? Tahes komes kan?

Tadi entah kenapa jadi keingat aja tiap tanggal 17 Oktober selalu nulis blog dan hari ini emang harus nulis juga. Akhirnya dengan keadaan setengah gontai setengahnya lagi mengandung embuh nyalakan laptop dan tetring hape untuk berselancar disini, eakkkkk

Adakah yang penting di bulan Oktober? Adaaaa.
Apa itu?

Ummm, kasih tau gak yaaa (pasang emot mikir)

Halah-halah. Bulan oktober adalah bulan kelahiran tiga orang yang sangat aku cintai yaitu Ibuk, Bapak dan Adekku. Lengkap. Dan kebetulan sekarang adalah hari kelahiran bapak, tanggal 15 kemarin hari kelahiran adek dan tanggal 20 nanti hari kelahiran ibuk. Terkirim salam rindu dari sini kepada mereka. Karena do’a tak mengenal jarak, maka dari sini aku berdoa untuk mereka. Semoga keberkahan senantiasa mengiringi setiap aktifitas mereka. Kesehatan, kebahagiaan dan nikmat yang berkecukupan berada di tengah-tengah mereka, Aamiin.

Maaf, hanya doa yang bisa kuberikan. Untuk saat ini kita memang terpaut jarak dan tak bisa bertatap muka. Tapi yakinlah bukankah kebahagiaan itu memang membutuhkan pengorbanan? dan aku yakin bahwa pengorbanan kali ini berupa jarak yang memisahkan kita 🙂

Tak apa berjauhan asalkan kita tetap saling mendoakan. Tak apa tak bertatap muka toh masih ada WA ahahahaha

Selamat malam syantik dimanapun kalian berada…

Woyoooo… udah mau akhir tahun nih, kalian udah ngrencanain liburan akhir tahun belom? kemana nih? kalau belum, ada referensi menarik nih dari catatan si pelupa stadium tiga koma lima.

Buat kalian yang mulai bosan dengan atmosfer Jawa dan pengen keluar dari zona nyaman, ada kota kecil yang yahud buat dikunjungi. Dimana itu? taraaaa….di Bukittinggi (pake suara doraemon)

Kenapa Bukittinggi? harus banget ya butuh alesan? okelah kujelasin. Jadi gini, Bukit tuh udah punya julukan sebagai kota wisata. Ada banyak destinasi yang bisa dikunjungi bahkan dengan berjalan kaki. Yaiyalah, kotanya aja cuma terdiri dari tiga kecamatan doang, gimana gak kecil coba.

Tapi layaknya cabe rawit, dia kecil tapi menggigit – apasih – Kota ini menyimpan banyak sekali kekayaan. Eitsss tunggu dulu. Gimana caranya biar bisa ke Bukit?

Ini yang sesuai dengan judul. Jadi kalau kalian dari BIM (Bandara Internasional Minangkabau) cukup dengan nitih travel. Kalo aku sih biasanya naik AWR. Salah satu travel agen yang menurutku pas dikantong, pas dihati. Kenapa gitu? pelayanannya enak, jelas dan yang pasti diantar sampai ke tempat tujuan.

Kalau dari BIM, bisa menghubungi nomor telepon (0751) 4851666 atau nomor hp 081-275-060030 nanti pas turun dari pesawat langsung aja ke kumpulan taksi-taksi dan bilang sama mereka kalau naik travel AWR. Nah, dari sana akan digiring sama salah satu sopir taksinya menuju pool yang deket sama bandara. Tenang aja, kita gak bayar taksinya kok karena satu paket dengan biaya travel nantinya. Setelah sampai di pool, petugas travel akan membayar ongkos taksi, menurunkan barang-barang kita dan mempersilahkan kita menunggu (jika mobil travelnya belum datang, sembari menunggu penumpang lainnya). Nanti kita membayar ongkos travelnya sebesar 65rb dan dibayar sebelum naik mobil travelnya.

Perjalanan dari BIM ke Bukittinggi kurleb 3 jam jika tidak ada macet. Biasanya macet terjadi saat akhir pekan dan titik-titiknya kemungkinan daerah pendakian menuju Padang Panjang dan Koto Baru. Selebihnya lancar jaya kok. Nanti sesampai di Bukit juga sama sopirnya bakal diantar sampai tempat tujuan. Alhamdulillah meskipun menumpang satu atau dua biji akan tetap diantar tepat pada waktu keberangkatan. Jadi profesional bisa dikatakan.

Sudah beberapa kali saya pulang dan balik lagi kesini selalu dengan travel ini (ada 1x gak naik ini karena alasan tertentu, kelak bakal ta ceritain kisah memilukan). Alhamdulillah aman dan nyaman.

Sekian curhatan efek pengen pulang. Semoga bermanfaat. Sampai jumpa di tulisan lainnya.
Salam rindu untuk seseorang di seberang pulau. Semoga segera ketemu untuk melepas rindu – tsaaaahhhh

Siapa Saya?

Posted: August 30, 2016 in Kakikomi

Bingung nih mau dikasih judul apa. Selalu begitu dari dulu, padahal kan kesan awal tulisan menarik atau enggaknya dilihat dari judul. Apalagi kata pembuka, eyuh banget bikin males ngelanjutin bacanya kan? Oke kalau males gak usah dilanjut bacanya. Aku juga males mau ngelanjutin ngetik (i swear this is not important) :p

Pencarian jati diri, itu yang dari dulu kupusingkan. Dalam setiap CV ataupun DRH yang menyebutkan hobi selalu kutulis menulis dan traveling. Padahal jauh di lubuk hati terdalam (eakkk) gak begitu juga aku mencintai tulisan. Pun jalan-jalan hanya kulakukan jika ada kesempatan, bukan yang secara sengaja ke suatu tempat, direncanakan blablabla. Hingga detik inipun aku sempat bingung (ini ngetik sambil pegang kepala buktinya) bahwasanya aku ini puya potensi apasih? suka apasih? kalau nuruti kepinginan bisa dipastikan pengen ini dan itu ini dan itu tapi looooo yang bener-bener kusuka itu apa belum tau sampai sekarang.

Jika ditelaah emang hidup tanpa jatidiri bisa dibilang hampa, tanpa tujuan, tanpa arah. Pertama, aku dilahirkan untuk apa? Dalam Al-Quran surat Ad-dzariyat ayat 56 Allah berfirman : “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan juga manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku”. Pertanyaan pertama terjawab.

Pertanyaan kedua, aku suka apa? Ini yang bingung. Kadang suka nulis, suka baca, suka jalan-jalan, suka makan, suka tidur, suka nonton, suka usil, suka ngupil, upsss kelepasan. Dalam firman-Nya QS As-Sajdah ayat 7-9: “Kemudian Dia menjadikan keturunan manusia dari saripati air yang hina. Kemudian Dia menyempurnakan dan juga meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan untuk kamu pendengaran, penglihatan dan juga hati; (tetapi) sedikit sekali dari kalian bersyukur“.  Sepertinya pertanyaan keduaku terjawab. Tidak spesifik memang aku ini suka apa tapi yang jelas dengan segala fisikku yang bisa dikatakan sempurna tidak kekurangan suatu apapun aku bisa melakukan apapun yang kusuka asalkan tidak merugikan dan tentunya harus disyukuri apapun yang kita miliki, kita suka dan kita lakukan.

Oke, berarti aku gak boleh bingung. Terserah aku suka apa, aku seperti apa, aku mau apa. This is my life, right? so i must let it flow as i am.

Kabar Mengejutkan!

Posted: May 20, 2016 in Kakikomi

Assalamu’alaikum Syantik :*

Selamat sore dan selamat berakhir pekan. Semoga kita semua senantiasa dalam lindunganNya, tanpa kekurangan suatu apapun.

Oke, berikan saya sedikit waktu untuk terkejut terlebih dahulu. Gak lama-lama. Paling cuma sejam dua jam.
Setelah itu, silahkan tarik nafas dalam-dalam dan keluarkan perlahan-lahan. Sudah itu aja. Saya gak ingin kalian semua ikutan terkejut seperti saya. Kenapa? karena kalian gak akan kuat. Cukup saya saja yang merasakannya :p

Sudah beberapa hari yang lalu ini jari terluka, yah karena masalah sepele yang memalukan sekali untuk dipublikasikan alasannya. Hanya luka kecil. Tapi karena letaknya agak strategis, rentan dan mudah dipakan akibatnya sampe sekarang gak sembuh-sembuh juga dan yang paling mengejutkan adalah saat ini malah terinfeksi.

Seharian bekerja dengan menggunakan tangan kiri untuk meminimalisir benturan, goresan dan luka yang lebih besar lagi tapi gak bisa. Ujung-ujungnya juga semakin bengkak dan sakit. Ada niat untuk menutupnya dengan plester, tapi karena letaknya gak plesterable makanya gak diplester hehe

Oke, barusan curhatan alay. Kali ini mau ganti curhat serius.

Sudah lama gak ikutan komp. menulis kayak dulu-dulu lagi (padahal amnesia, emang dulu pernah ikutan *emot mikir*). Kayaknya bakalan seru kalau mulai sekarang menyibukkan diri lagi dengan menjahit. Eh maksudnya dengan nulis lagi. Eh bukan nulis juga sih, tapi ngetik. hahaha.

Kira-kira mau nulis apa ya? gak usah mikir, gak usah direncanakan. Ngalir aja sebagaimana biasanya minum yakult langsung lima biji tanpa mikir efeknya 😦

Kadang pernah berpikiran mau ngelanjutin beberapa tulisan yang sempat terbengkalai. Tapi asli malu banget pas baca ceritanya. Ada yang blak-blakan, gaya penulisan liar sampe alay gak ketulungan. Maklum, kemarin kan masih jubelas yang artinya sekarang delapanbelas tahun (oke, kalau yang baca ini ada kenal langsung dilempar meja saya, asli!)

Finally, udah ada ide buat nulis sebuah kisah. Bukan roman, bukan misteri dan bukan kisah menarik. Beneran kali ini tulisannya biasa aja dan sepertinya memalukan buat dikonsumsi publik. Oleh karena itu diputuskan tulisan kali ini akan di keep untuk waktu yang tidak ditentukan. Mohon maaf apabila ada yang penasaran, bisa berkunjung ke jam gadang. Nanti bilang aja ke petugasnya buat naik di menaranya (gak nyambung!).